Begini Cara Menghitung Premi Asuransi Mobil All Risk Jangan Sampai Tertipu

Cara Menghitung Premi Asuransi

Cara Menghitung Premi Asuransi – Saat ini, sudah banyak masyarakat yang sadar akan risiko berkendara di jalan raya. Sehingga, banyak polis asuransi yang dapat berkembang di Indonesia. Hal ini sangat wajar karena memang sangat banyak kecelakaan hingga tindak pencurian yang terjadi di sekitar Anda.

Meski begitu, banyak orang dibingungkan dengan memilih asuransi mobil all risk atau TLO. Untuk itu, pahami terlebih dahulu mengenai jenisnya sebelum mendaftarkan diri.

Nah, kali akan yang akan dibahas adalah asuransi mobil all risk. Seperti apa asuransi tersebut dan apa keunggulannya? Sila simak ulasannya di bawah ini!

Pengertian Asuransi Mobil All Risk

All Risk memiliki arti segala risiko. Jenis asuransi mobil yang satu ini juga kerap disebut dengan comprehensive (keseluruhan). Yang mana asuransi mobil all risk akan membayar klaim untuk semua jenis kerusakan baik ringan, berat, sampai kehilangan sekalipun.

Dengan mendaftar asuransi ini, maka mobil lecet sedikit saja, maka pihak asuransi akan membayar klaim. Namun, untuk pembiayaannya tentu lebih mahal ketimbang jenis asuransi TLO.

Cara Menghitung Asuransi Mobil All Risk

Semua jenis asuransi mobil tentu mempunyai kebijakan yang cukup variatif. Namun, secara umu, untuk menghitung premi asuransi all risk adalah dengan berdasar pada rate asuransi dikali dengan harga mobil.

Besaran rate-nya tentu tidak sama pada semua wilayah. Nah, untuk itu, pahami soal langsung melalui contohnya berikut ini:

Semisal, Anda mempunyai Toyota Avanza dengan harga 206 juta rupiah dan Anda memiliki KTP di DKI Jakarta, maka jika mengambil asuransi all risk yang mana ada pada rate kategori 3 sebesar 2,08% hingga 2,29%, maka Anda harus membayar premi sebesar:

2,08% x 206 juta rupiah = 782.800 rupiah.

Namun, ingat bahwa pembayaran premi asuransi nantinya akan ditambah dengan biaya-biaya lain seperti biaya administrasi, materai, polis, dan sebagainya.

Risiko yang Tidak Ditanggung Pada Asuransi Mobil All Risk

Nah, pada asuransi mobil all risk, ada juga risiko-risiko yang tidak ditanggung. Diantara risiko tersebut adalah:

Kerusuhan, banjir, kerusakan karena air, gempa bumi, sabotase atau terorisme, TPL (Third Party Liability), kecelakaan penumpang, bengkel resmi, tanggung jawab hukum pada penumpang, dan kecelakaan pengemudi.

Kerusakan maupun kehilangan karena hal-hal tersebut besar kemungkinan terjadi di Indonesia. Untuk itu, Anda dapat mempertimbangkan perluasan pertanggungan.

Share